Japandi — The Interior Trend Defining 2026 BERLIN ART WEEK — DON'T MISS IT
Home Men's Fashion

Gaya Business Casual

Ethan Miller01 Sep 2026 · 6 menit baca
Selamat datang, Lykkers! Dunia kerja terus berubah, begitu pula dengan cara berpakaian di lingkungan profesional. Jika dahulu setelan jas lengkap menjadi pilihan utama untuk menunjukkan kesan serius, kini banyak kantor mulai menerapkan gaya berpakaian yang lebih fleksibel.
Kemeja formal, celana bahan, hingga sepatu kasual yang tetap rapi kini dapat dipadukan untuk menciptakan penampilan profesional tanpa terlihat terlalu kaku.
Perubahan ini semakin terasa pada perusahaan teknologi, industri kreatif, kantor dengan sistem kerja hybrid, hingga lingkungan kerja yang memiliki budaya lebih santai. Meski demikian, gaya business casual bukan berarti Anda bebas mengenakan pakaian apa saja. Ada batas antara terlihat santai dan terlihat kurang siap bekerja.
Kunci utamanya adalah menciptakan keseimbangan. Anda ingin terlihat profesional, nyaman, modern, dan tetap sesuai dengan karakter lingkungan kerja. Dengan memilih pakaian yang tepat serta memperhatikan ukuran, warna, bahan, dan kombinasi setiap bagian, penampilan sederhana sekalipun dapat terlihat jauh lebih berkelas.

1. Awali dengan Kemeja yang Tepat

Kemeja merupakan salah satu elemen yang paling mudah menentukan kesan keseluruhan sebuah outfit. Untuk situasi yang cukup formal seperti presentasi, wawancara kerja, pertemuan dengan klien, atau hari pertama di kantor baru, kemeja dengan potongan rapi masih menjadi pilihan yang aman.
Warna putih, biru muda, abu-abu lembut, dan motif garis tipis termasuk pilihan yang mudah dipadukan. Jika suasana kantor lebih santai, kemeja Oxford dapat memberikan kesan profesional tetapi tidak terlalu formal. Polo berbahan rajut halus juga dapat menjadi pilihan menarik ketika Anda ingin tampil lebih rileks tanpa kehilangan kesan rapi.
Hal yang paling penting bukanlah merek pakaian, melainkan ukurannya. Jahitan pada bahu sebaiknya berada tepat pada garis bahu, kerah terasa nyaman, dan bagian dada tidak tertarik ketika kancing ditutup. Untuk gaya yang lebih santai, sweater berbahan katun atau merino dengan potongan sederhana juga dapat digunakan. Mengenakannya di atas kemeja berkerah akan menciptakan tampilan yang bersih dan modern.

2. Pilih Chinos atau Celana Tailored sebagai Andalan

Celana chinos menjadi salah satu item paling fleksibel dalam gaya business casual. Karakternya berada di antara celana jeans dan celana formal, sehingga mudah digunakan dalam berbagai suasana kantor.
Warna seperti beige, navy, olive, charcoal, dan stone dapat dipadukan dengan berbagai atasan. Anda dapat mengenakannya bersama kemeja, polo, sweater, maupun blazer untuk menciptakan beberapa variasi outfit dari koleksi pakaian yang sama.
Jika ingin tampil sedikit lebih elegan, gunakan celana tailored berbahan wol campuran atau bahan berstruktur dengan warna charcoal dan navy. Celana seperti ini dapat membuat atasan sederhana terlihat lebih premium.
Perhatikan pula panjang celana. Bagian bawah celana sebaiknya jatuh dengan rapi di atas sepatu tanpa menyisakan terlalu banyak kain yang menumpuk di sekitar pergelangan kaki. Detail kecil seperti ini sering kali menjadi pembeda antara pakaian yang terlihat biasa dan outfit yang terlihat benar-benar terencana.

3. Blazer Bisa Menjadi Senjata Rahasia

Tidak setiap hari membutuhkan blazer, tetapi satu blazer yang tepat dapat menyelamatkan banyak situasi. Ketika Anda merasa kemeja dan celana chinos terlalu sederhana, blazer dapat memberikan sentuhan yang langsung membuat penampilan terlihat lebih matang.
Blazer warna navy merupakan salah satu pilihan paling mudah digunakan. Anda dapat memadukannya dengan celana abu-abu, chinos, denim gelap, atau kombinasi lain yang tetap sesuai dengan suasana kantor.
Untuk mendapatkan kesan modern, pilih blazer dengan konstruksi yang lebih ringan dan tidak terlalu banyak bantalan pada bahu. Model seperti ini terlihat lebih natural dan tidak membuat Anda seolah-olah sedang mengenakan setelan formal lengkap.

4. Jangan Meremehkan Pengaruh Sepatu

Sepatu sering menjadi bagian yang terlupakan ketika seseorang menyusun outfit kantor. Padahal, pilihan alas kaki dapat mengubah keseluruhan penampilan secara signifikan.
Loafers menjadi salah satu pilihan yang sangat fleksibel karena dapat digunakan untuk gaya business casual maupun smart casual. Warna cokelat pada bahan kulit atau suede dapat dipadukan dengan celana navy, beige, olive, dan abu-abu. Sementara itu, sepatu kulit hitam cenderung memberikan kesan yang lebih formal dan cocok untuk situasi yang membutuhkan penampilan lebih serius.
Pastikan sepatu selalu dalam kondisi bersih dan terawat. Pakaian yang bagus dapat kehilangan daya tariknya apabila dipadukan dengan alas kaki yang terlihat kusam atau tidak terawat.

5. Berani Bermain Warna, tetapi Jangan Berlebihan

Wardrobe profesional tidak harus selalu dipenuhi warna hitam, abu-abu, dan navy. Anda tetap dapat menunjukkan kepribadian melalui warna selama kombinasi yang digunakan tidak terlalu ramai.
Mulailah dengan warna netral seperti putih, cream, beige, navy, charcoal, cokelat, dan hitam. Setelah itu, tambahkan satu warna yang lebih menonjol melalui kemeja, sweater, blazer, atau aksesori.
Sebagai contoh, celana charcoal dengan kemeja putih dan sepatu cokelat sudah menghasilkan tampilan yang elegan. Jika ditambahkan sweater burgundy, outfit tersebut akan terasa lebih hidup tanpa terlihat berlebihan.
Kombinasi lain seperti chinos olive, kemeja biru muda, dan sepatu cokelat gelap juga dapat memberikan kesan segar sekaligus profesional. Prinsip yang sama berlaku untuk motif. Garis tipis, kotak kecil, atau pola sederhana umumnya lebih mudah digunakan di lingkungan kerja dibandingkan motif besar dengan kontras yang sangat kuat.

6. Hindari Kesalahan yang Membuat Penampilan Terlihat Terlalu Santai

Gaya business casual bukan berarti pakaian formal cukup dibuat lebih santai dengan melepas beberapa aksesori. Ada sejumlah item yang tetap sebaiknya dihindari dalam sebagian besar lingkungan kerja profesional.
Jeans yang terlalu banyak detail, kaus dengan gambar berukuran besar, sepatu olahraga yang sangat kasual, celana pendek, serta pakaian dengan logo mencolok dapat membuat penampilan terlihat kurang sesuai untuk kantor.
Sebaliknya, dasi dan aksesori formal juga tidak selalu diperlukan. Jika dipadukan dengan pakaian yang sangat santai, elemen tersebut justru dapat membuat outfit terlihat tidak seimbang.

7. Ukuran dan Proporsi Lebih Penting daripada Merek

Pakaian mahal belum tentu menghasilkan penampilan yang bagus apabila ukurannya tidak sesuai. Dalam gaya business casual, proporsi tubuh, kondisi pakaian, kualitas bahan, dan ukuran yang tepat biasanya jauh lebih menentukan.
Hindari pakaian yang terlalu ketat hanya karena model slim sedang populer. Namun, pakaian yang terlalu longgar juga dapat membuat tubuh terlihat tenggelam. Celana harus memberikan ruang untuk bergerak dengan nyaman, kemeja sebaiknya jatuh secara alami di tubuh, sementara blazer harus mengikuti bentuk bahu tanpa membuat gerakan terasa terbatas.
Pada akhirnya, business casual bukan sekadar mengikuti aturan berpakaian kantor. Gaya ini adalah tentang memahami suasana tempat kerja dan mengetahui bagaimana menyesuaikan penampilan dengan kebutuhan setiap hari.
Anda tidak membutuhkan lemari yang penuh pakaian untuk terlihat profesional. Beberapa kemeja berkualitas, celana yang mudah dipadukan, satu blazer serbaguna, serta sepatu yang tepat sudah dapat membentuk banyak kombinasi.
Sebelum berangkat kerja, jangan hanya bertanya apakah pakaian yang Anda kenakan sesuai dengan aturan kantor. Tanyakan juga apakah outfit tersebut membuat Anda terlihat rapi, merasa nyaman, dan siap menghadapi berbagai agenda sepanjang hari. Karena ketika ketiga hal tersebut berhasil dipadukan, gaya sederhana sekalipun bisa terlihat jauh lebih profesional dan berkelas.

ANDA MUNGKIN JUGA MENYUKAI